Bukan Sekedar Obrolan

Mengingat-ingat waktu usia masih belasan. Bapak suka bercerita sambil menyelipkan lelucon garingnya. Diantara semua anak, aku yang paling sering bisa atau paling cepat menangkap maksud guyonan Bapak. Sepertinya predikat itu masih berlaku sampai sekarang. Kalau ibu, seingatku sering memberi nasihat sambil marah-marah. Sebagai remaja aku sering menanggapi dengan diam. Lagi dinasehati masa dibantah atau dijawab. Itu tidak sopan, kan? Kupikir itu tindakan yang benar tapi ternyata aku malah semakin dimarahi karena tidak memberi respon. Seharusnya aku menjawab, " Iya, Bu .", bukannya malah diam saja. Salah paham yang menyebalkan. Setelah lulus SMA merantau ke Pulau Jawa memberi aku ruang dan rasa merdeka. Walaupun ya tahun-tahun awal menyesakkan karena rindu rumah. Sampai sakit cukup berat. Hanya 3 tahun, menemukan lingkungan pertemanan yang membuat betah. Frekuensi menelpon orang tua jauh berkurang. Juga sebab kuliah semakin serius dan juga aktivitas organisasi. Belasan tahun di r...