Posts

Penjaga Warung

Image
Diantara saudara-saudaraku, aku yang lebih dikenal berjiwa pedagang. Lebih tepatnya, aku selalu punya cara menghasilkan uang. Kalau dipikir-pikir ini bukan karena aku berotak bisnis atau gimana. Lebih karena aku pengen jajan makanan yang harganya diatas daya beli. Kuperkirakan saat itu aku masih kelas 4 atau 5 SD. Katakanlah uang sakuku 200 rupiah per hari, sedangkan aku ingin beli gado-gado atau bubur ayam seharga 500. Selisihnya lumayan banyak ya. Mau minta tambahan sangu ke orang tua tidak tega. Gak yakin juga akan dikabulkan. Jadinya lebih sering memandang teman-teman yang makan. Uang itu sebenarnya cukup untuk beli panganan kecil. Saat jam istirahat aku tetap pergi ke kantin. Kadang ada teman yang nitip beli. Kelas kami terletak di lantai 2. Sebagian anak merasa malas untuk bolak-balik melewati tangga. Aku yang tidak enakan mau-mau aja lagi. Jadi sering dititipi deh. Sampai suatu hari entah bagaimana dimulainya, salah seorang yang nitip memberi uang jasa padaku. Ternyata hal...

Lika-liku Baru Masuk SD

Image
“ Kita yang merancang, Allah yang menentukan. Mari ucap InshaAllah. ”   Begitu terngiang sebait lirik lagu dari klip Omar dan Hana. Setuju banget! Manusia cuma bisa berencana. Terjadi atau tidak itu sudah ranah Tuhan. Karenanya setiap usaha harus dibarengi doa dan minta petunjuk-Nya supaya apapun yang terjadi kita legowo.  Soalnya hidup ini penuh hal-hal random yang menjadi plot twis t dalam hidup.   Sejak si sulung memasuki usia sekolah dasar. Mendaftarlah di sebuah SD swasta. Sebagai wali murid partisipasi sekedarnya saja. Datang ke sekolah jika ada undangan orang tua. Antar-jemput anak oleh suami. Aku lebih banyak di rumah bersama si bungsu yang masih 2 tahun.   Event pertama yang cukup seru dibahas di grup adalah lomba membuat tumpeng antar kelas. Dari 20 wali siswa, hanya 5 orang yang kontribusi aktif sampai hari pelaksanaan di sekolah. Terbayang sibuknya wara-wiri dan koordinasi. Dalam hatiku ingin ikut, tapi terhambat mobilitas dan rasanya bawa balita malah j...

Memandang Orang Tua, Dulu dan Kini

Image
Hampir dua minggu sudah ibu tidak ke masjid menyiapkan makanan berbuka puasa. Jika tidak sakit, ibu akan siap di masjid jam 5 sore. Apa tidak kecepetan datangnya? Mengingat buka puasa disini jam 18.30-an. Masjid masih sepi. Makanan kiriman belum ada. Tidak banyak yang bisa dikerjakan. Setiap wadah lepek berisi 3 macam jajanan pasar, kombinasi manis dan gurih. Aku perhatikan ada ibu-ibu yang menyimpan jenis jajanan tertentu, mengutamakan mengeluarkan jenis yang lain. Strategi menyimpan jika ada lebihan, bisa dibawa pulang panitia. Ibu mana ada kepikiran sengaja menyimpan jajanan untuk dibawa pulang. Selama bekerja, ibu tidak banyak mengobrol dengan ibu-ibu lain. Fokus bekerja saja dan memastikan keperluan jama’ah sudah siap. Taat pada SOP meski tidak tertulis. Itulah ibu. Agak kaku dan tidak asyik. -- Dulu saat masih aktif sebagai pegawai negeri di Balai Latihan Kerja Industri, ibu juga tidak macam-macam. Taat pada aturan. Masuk kantor jam 8 pagi, pulang jam 4 sore. Di usia ...

Berharap Tanpa Ragu

Image
Baru-baru ini Adit kehilangan ponsel khusus kerjaan. Sudah bongkar-bongkar rumah, sampai mengecek CCTV kantor tidak ada titik terang. Berharap teman kantor ada yang menemukan. Dua hari berlalu. Nihil. Adit memang ceroboh. Mau dirahasiakan tapi dia butuh bantuan Tia, istrinya, untuk mencari di rumah. Kehilangan HP juga berarti harus mengganti senilai jutaan rupiah. Itu bukan jumlah yang sedikit. Adit takut istrinya marah. Kekhawatirannya tidak terbukti. Tia malah terlihat tenang. Apa jangan-jangan disembunyikan? Gara-gara dirinya sering lebih asik bermain game online setiap pulang kantor. Sebabnya akhir-akhir ini ada tuntutan lebih dari tim di permainan dunia maya itu. Adit mencoba menelepon. Ada suara hubungan tersambung, meski tidak ada yang mengangkat. Adit yakin ada di suatu tempat, bukan dicuri. Tapi dimana? Kehilangan ini membuat Adit merenung dan introspeksi diri. Ini pasti teguran Tuhan atas kelalaiannya. Adit meminta maaf kepada istrinya. Padahal istrinya tidak marah ata...

Adaptasi Drama "Itazura na Kiss" Favorit

Image
Entah sudah berapa kali rewatch “ Itazura na Kiss, Love in Tokyo ”. Sesuka itu aku dengan drama serial yang diangkat dari komik ini. Semakin ditonton, rasanya seperti semakin kenal dengan karakter-karakternya. Plot utama cerita kelihatan biasa. Cewek low naksir dengan cowok high yang akhirnya semua tahu mereka akan bersatu. Nah, proses bagaimana perkembangan hubungan mereka ini yang menarik. Persoalan hati bisa diusahakan tapi tidak bisa dipaksakan. “ Itazura na Kiss ( イタズラな ) ” atau " Mischievous Kiss"  bercerita tentang cewek SMA yang secara akademik bodoh, penampilan rata-rata, dari keluarga biasa bernama Kotoko Aihara. Dia menyukai seseorang di sekolahnya. Irie Naoki, berkebalikan dengan Kotoko. Nyaris sempurna: tampan, tinggi, pintar, jago olahraga, dan dari keluarga kaya. Paket lengkap. Jelas saingannya banyak sekali. Namun Kotoko seorang yang gigih. Melalui surat dia menyatakan isi hati. Bisa ditebak, penolakan instan dari prince charming . Bodohnya, Kotoko member...

Cinta Lokasi Jalur FTV

Image
FTV adalah hiburan aku dan suami ditahun 2019-2020, sebelum virus corona merebak di Indonesia. Sehari ada dua jadwal tayang. Pagi jam 9-11 dan siang jam 13-15 waktu Indonesia bagian barat di salah satu stasiun TV swasta. Menemani kami yang saat itu menjalankan bisnis rumahan, bekerja diselingi menonton. Memungkinkan karena tayang di TV ada iklan jadi bisa ditinggal-tinggal. Kalau menonton dari channel berlangganan tanpa iklan, harus stand by terus. FTV atau  Film Televisi , drama yang dibuat dengan durasi pendek layaknya film untuk ditayangkan di televisi. FTV tayang dalam satu episode utuh dengan waktu tontonan rata-rata 120 menit. Mirip sinetron, tema FTV disajikan beragam, yang laris di masyarat biasanya kisah cinta, misteri, atau religi.  Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog  bulan September 2025 usulan  host   Mamah Dewi dan Mamah May tentang "Romantisme", mari membahas cinta lokasi artis akibat beradu akting di FTV romantis. Bagi penikmat drama rom...

Mungkinkah Menghindari Terjajah Teknologi?

Image
Pengadaan mesin canggih di rumah biasanya sengaja dipilih untuk memanjakan pemiliknya. Mengalihkan pekerjaan manual kepada teknologi. Harusnya begitu ya. Namun ada kalanya peralatan canggih bukan menjadi solusi, malah menambah masalah. Atau lebih baik tidak terlalu canggih karena satu dan lain hal. Penting untuk mengenal kondisi dan kebutuhan kita, alih-alih termakan iklan atau fomo  sosial media. Beberapa produk sebenarnya ada yang tersedia mudah, tetapi aku memilih untuk membiarkannya sedikit repot (baca: effort ). Cara-cara yang sedikit tidak praktis namun ada alasan dibaliknya. Jam Analog H melihat beberapa teman sekolahnya pakai jam tangan , dia ingin dibelikan juga. Hmm, akhirnya kejadian juga anak ingin sesuatu karena melihat teman-temannya. Kubilang untuk apa jam tangan, kan di kelas ada. Ealah ternyata cuma pajangan. Jamnya mati. Anak masih kelas 1 SD untuk apa pada pakai jam. Rawan hilang juga anak umur segitu . Jam tangan nantilah kelas 3 atau 4 SD. Lagipula memangnya...