Rutinitas yang Membuat Bayi Cerdas
Memiliki anak cerdas merupakan idaman setiap orang tua, juga kebanggaan para eyang. Selain faktor genetik, kecerdasan anak dapat diupayakan. Perkembangan otak bayi paling pesat di 1000 hari pertama kehidupan, sehingga stimulasi sudah bisa dilakukan sejak janin masih dalam kandungan. Kemudian dilanjutkan setelah lahir sampai usia 2 tahun.
Pada proses perkembangan otak, ada proses mielinasi yaitu pembentukan selubung saraf otak yang disebut mielin. Mielin ini sangat penting pada kecepatan hubungan antar saraf di otak. Mielin akan menebal bila bayi mendapat stimulasi tepat sesuai tahapan perkembangannya. Semakin tebal mielin, anak semakin cerdas. Selain itu, ada sinaps yang berpengaruh pada koneksi antar saraf dan kemampuan daya ingat anak. Sinaps baru terbentuk, jika ada pengalaman dan pembelajaran yang tepat. Semakin kaya stimulasi dilakukan pada bayi, maka semakin banyak sinaps-sinaps yang terbentuk.
Tema pertama di tahun 2025 oleh ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’ bulan Februari tentang "Kebiasaan atau Rutinitas". Dalam tulisan ini akan dibahas keseharian yang biasa dilakukan ibu baru kepada bayinya. Dari bangun tidur sampai ketiduran. Ada yang burn out karena sehari-hari berkutat dengan bayi. Atau jadi gloomy karena kurang nutrisi. Punya bayi memang repot, maklum belum bisa apa-apa sendiri. Terkadang ibu juga merasa tidak melakukan hal berharga. Sampai bosan setiap hari harus memandikan bayi, memijit bayi sambil iri ingin gantian dipijit. Lalu ganti popok beberapa kali dalam sehari, membacakan buku padahal tulisannya sedikit, sampai menjadikan bayi tempat curhat karena jarang bertemu manusia lain. Membayangkan memang terasa menjemukan. Namun dibalik kseharian yang biasa-biasa itu, tersimpan banyak potensi mencerdaskan anak. Jika para ibu mengetahuinya, meski lelah selayaknya juga menikmati masa-masa menggemaskan ini.
Mari kita bahas.
Memandikan Bayi
Sentuhan ibu saat mengusap badan dan kepala bayi saat mandi bermanfaat untuk perkembangan kognitif dan emosional bayi. Indra perabanya juga terstimulasi saat kulitnya yang kering menjadi basah. Juga merasakan suhu air, dingin atau hangat. Ibu bisa menjelaskan ke bayi kegiatan yang mereka lakukan. Sambil bernyanyi, atau mengenalkan anggota tubuh ke bayi seperti mana bagian kanan dan kiri. Biarkan bayi bermain-main dengan memukul atau menendang air. Kegiatan ini menstimulasi koorditasi tangan dan kaki bayi.
Memijit Bayi
Setelah mandi, biasanya tubuh bayi dibalurkan dengan baby oil, minyak telon atau baby lotion. Sayang sekali jika hanya dioles. Lakukan sambil memijit tubuh bayi. Kehangatan dari kulit tangan ibu menyentuh kulit bayi membangun bonding antar keduanya. Pijat bayi ini menyenangkan. Tidak perlu pakai tenaga. Kulit bayi juga masih lembut. Bayi dapat merasakan kehangatan sentuhan tangan ibu. Pijat memberi rasa nyaman, mengurangi nyeri dan stress. Memijat bayi menstimulasi indra peraba, penglihatan dan pendengaran yang meningkatkan daya ingat juga kesanggupan belajar bayi. Pijat bayi juga biasa dilakukan saat bayi sedang sakit. Efek tenang dan rileks meningkatkan kualitas tidur bayi. Sehingga membantu meningkatkan imun tubuh.
Membacakan Buku
Bayi sudah bisa mendengar sejak usia kandungan 27-29 minggu. Jadi membacakan buku atau mengajak bayi bicara dapat dilakukan sebelum bayi lahir. Membacakan buku sejak dini menjadi bekal penting pada keterampilan bahasa anak. Tahapan awal yang penting dan merupakan bagian dari proses praliterasi. Membacakan buku juga mampu mengenalkan anak dengan konsep cerita, angka, warna, huruf, juga bentuk. Semakin sering terpapar, semakin aktif fungsi otak anak. Kemampuan kognitif yang meliputi perhatian, daya ingat, penggunaan kata-kata, pemecahan masalah dan logika. Melalui buku dapat belajar banyak hal. Ragam buku yang diceritakan akan memperkaya kosakata, meningkatkan keterampilan social-emosional dan fokus anak.
Untuk newborn disarankan buku-buku
tebal dengan gambar sederhana dan warna kontras. Dibulan-bulan pertamanya, bayi
belum mampu melihat dengan jelas. Dengan melihat warna yang kontras dapat
menstimulasi kemampuan penglihatan bayi. Semakin bertambah bulan, buku-buku
yang dibacakan lebih bisa bervariasi. Yang agak merepotkan, buku bayi ini
tulisannya sangat sedikit. Disinilah kreativitas orang tua ditantang. Silakan mengarang
cerita apa saja agar menarik si dedek.
Bacakan dengan intonasi, ekspresi dan bila perlu ubah suara menyesuaikan tokoh
dalam cerita.
Aktivitas membacakan buku membuat anak menjadi lebih dekat secara fisik dan emosional. hal ini dapat menumbuhkan rasa empati dan kecerdasan emosionalnya. Sehingga bagi orang tua sibuk, hendaknya meluangkan waktu setidaknya 10 menit membacakan buku sebelum anak tidur.
Berbicara Dengan Bayi
Bahasa menjadi
salah satu ciri anak cerdas. Untuk itu orang tua perlu ceriwis, tidak irit bicara.
Biarlah diluar pendiam tapi demi anak jadi lebih talkactive. Sering mengajak anak bicara dapat menstimulasi
perkembangan otak bayi yang berdampak pada kemampuan bicaranya. Kegiatan ini dapat
dilakukan sejak masih dalam kandungan. Ledakan bahasan terjadi di rentang usia
1,5 – 2 tahun yang menjadi tanda perkembangan bahasanya berkembang baik.
Terkadang
bagi ibu, terutama yang pendiam, kebingungan menghadapi bayi. Diajak bicara
apa? Ceritakan apa saja. Apa yang sedang dilakukan atau sesekali ibu curhat. Menceritakan kondisi ekonomi
atau politik juga silakan. Cerita yang menyenangkan tentu lebih baik ya, bu. Gunakan
intonasi dan kata-kata yang jelas.
Terkadang bayi babling atau berceloteh. Tanggapi dan beri reaksi seolah-olah mengerti. Lakukan kontak mata. Dapat juga sambil mengenalkan emosi dengan memberikan nada bicara berbeda saat sedih, senang atau marah.
Bermain Bersama
Bermain
adalah cara anak bereksplorasi yang akan menambah pengalaman dan memberi
informasi baru. Hal ini akan membentuk koneksi saraf baru dan memperkuat
jaringan saraf yang sudah ada. Koneksi saraf di otak menjadi lebih kuat dan
lebih kompleks.
Orang tua
dapat memberikan mainan untuk menstimulasi kemampuan motoriknya. Sesuaikan
dengan usia anak dan pilih bahan yang aman. Untuk usia 1-3 bulan berikan mainan
yang mudah digenggam, atau yang berbunyi jika digoyangkan. Usia 3 bulan, mulai
bisa diberikan mainan berukuran lebih besar dan beragam bentuk. Seperti boneka
berbentuk binatang. Ukuran mainan jangan terlalu kecil untuk menghindari bahaya
tersedak. Memasuki usia 9 bulan dan seterusnya, anak dapat diberikan mainan
yang melatih kemampuan motoriknya seperti bermain bola atau balok susun.
Selain aktivitas
dalam ruangan, ajaklah bayi bermain di luar. Menapak diatas rumput atau tanah. Atau
bermain dengan hewan-hewan disekitar. Semua tetap dalam pengawasan ya.
Pastikan mainan selalu terjaga kebersihannya. Terutama saat fase oral, anak rentan memasukkan barang-barang kedalam mulutnya. Tidak disarankan mainan yang berisik atau banyak lampu, agak bayi tidak overstimulasi. Juga jangan paparkan hiburan dari gadget pada anak usia dibawah 2 tahun.
Kegiatan-kegiatan biasa bisa jadi sangat bermakna ya. Syaratnya lakukan dengan perhatian penuh. Aktivitas sesederhana apapun yang dilakukan bersama anak bukanlah hal yang remeh. Karena bagi anak, orang tua adalah dunianya. Sumber ketenangannya, kenyamanannya dan sumber kebahagiaannya.
![]() |
"Kebiasaan atau Rutinitas" |
Referensi:
https://www.alodokter.com/4-langkah-mudah-menstimulasi-kecerdasan-bayi
https://www.alodokter.com/jangan-remehkan-manfaat-membaca-untuk-buah-hati-sedari-dini
https://www.mybaby.co.id/read/moms-know-best/waktu-mandi-waktunya-stimulasi-otak
https://www.nutriclub.co.id/artikel/perkembangan-otak/0-3-bulan/stimulasi-perkembangan-otak-si-kecil
Tri Budiarti, S.ST., M.K.M. Frisca Dewi Yunadi, S.ST., M.Kes. 2022. “Tata Laksana Stimulasi Pijat Bayi”. Solok : Penerbit Insan Cendekia Mandiri
Selamat menikmati masa-masa membangun ikatan bersama anak bayi 😍
ReplyDeleteAnak saya terkecil udah 3.5 tahun teh. Udah ga bayi lagi. Tapi ya masih ada peluang berbayi lagi sih hihi
DeleteAku tu paling suka bagian pijat bayi. Dulu waktu anak-anak bayi, menurutku kebiasaan ini yang paling terasa efeknya. Anak-anaknya tidurnya jadi enak.
ReplyDeleteIni sih ga cuma bayi, aku juga mau dipijetin, dibacain buku, diajakin ngobrol dan bermain bersama hehehe. eh tapi aku bukan bayi lagi hihihi. Tapi emang sih kadang hal-hal yang sepertinya sederhana ini terlewat karena sibuk nyuci popok, bebersih rumah, dan nyiapin makanan buat yang bukan bayi di rumah, belum lagi kalau bayi masih hobi bergadang, aduhaaai deh rasanya.
ReplyDeleteKalau yang baca ada yang baru punya bayi, cusss bisa dicoba tuh dipraktikkan rutin yang ditulis Teh Sistha di sini.