Posts

Showing posts with the label bandung

Setelah Tercapai Impian Waktunya Bertahan

Image
Mengenang sedikit masa-masa tak terlupakan sebagai anak rantau. Demi bisa kuliah di kampus negeri. Keluarga perjuangan dengan empat anak. Orang tua berharap kami semua bisa kuliah, dengan catatan harus kampus negeri. Bukan karena gengsi –mungkin iya juga- namun lebih ke limit anggaran jika harus ke perguruan swasta. Untuk itulah walau belum diterima kampus mana-mana, aku mantap merantau ke Jawa. Persis setelah lulus SMA. Aku bisa saja tetap di Balikpapan sambil les persiapan ujian perguruan tinggi, tapi aku terlalu ingin #kaburajadulu dari rumah. Sebenarnya tidak ada apa-apa di rumah. Hanya saja si anak rumahan ini lelah dengan rasa dibanding-bandingkan. Bukannya memotivasi malah bikin iri dan ingin lari. Setahun di Semarang Sementara tinggal di Kota Semarang, ikut dikontrakan tempat kakak dan teman-teman kampusnya. Rasanya senang bisa bersama dengan kakak yang paling enak diajak ngobrol. Kami sempat berpisah lebih dari 3 tahun karena selama SMP kakak tinggal bersama bulek . ...

Denah Tiga Dimensi

Image
Rasanya hampir disetiap rumah dengan anak-anak ada mainan kecil bernama lego. Seperti kita tahu, Lego merupakan nama merek. Namun sulit menemukan padanan kata lain yang mudah untuk menyebutkannya. Bertanya ke chatGPT dapatlah jawaban "konstuksi modular", "mainan rakitan konstuksi" atau lebih mudahnya "mainan bongkar pasang". Haha terdengar tidak praktis. Menelusuri Wikipedia, lego adalah permainan bongkah plastik kecil. Merujuk dari kata dalam bahasa Denmark leg godt  yang berarti "bermain dengan baik". Oleh grup perusahaan, kata "Lego" sendiri secara bebas diartikan "Saya menyusun" atau "Saya merangkai". Jadi mari sederhana saja kita sebut lego. Lego Masa Kecil Sebelum pindah ke Balikpapan, kami sempatkan singgah lama di tempat orang tua -mertuaku-. Sudah punya banyak cucu dan masih kecil-kecil, mertua sengaja menyediakan area khusus main dengan dua boks mainan. Isinya campur-campur beragam mainan tidak besar. Diant...

Media Pemersatu Eyang, Anak, Mantu dan Cucu

Image
            Suami dan aku sama-sama berasal dari orang tua yang memiliki empat anak. Formasi jenis kelamin berkebalikan. Aku 3 bersaudari dengan 1 saudara, suami 3 bersaudara dengan 1 saudari. Dalam tulisan ini aku mau cerita dari keluarga besar suami. Suami anak kedua, otomatis punya kakak satu dan dua adik. Anak pertama, kakak iparku, adalah yang pertama menikah. Empat tahun kemudian suami, dan aku sebagai istrinya hehe. Saat kami menikah kakak ipar sudah punya dua (2) orang anak. Setahun kemudian suami melalui aku, kami dikaruniai satu (1) orang anak. Lalu anak ketiga (adik ipar), anak perempuan satu-satunya menikah dan punya satu (1) orang anak. Beberapa bulan sebelum adik ipar lahiran, istri kakak ipar melahirkan juga jadi bertambah satu (1) orang lagi anaknya. Hanya dalam beberapa tahun jumlah anggota keluarga bertambah banyak. Ya, kedua mertuaku dengan segera menjadi eyang-eyang dengan lima (5) orang cucu.   Setelah berkeluarga, hal biasa...

Perjuangan Menerima Diri Sendiri

Image
Kata-kata sangat powerfull . Dia bisa membuat orang bersemangat, sebaliknya bisa membuat orang terluka bahkan secara ekstrim menjadi trauma. Belasan tahun setelah denial akan kondisi diri, merasa tidak apa-apa, tidak pantas atau malu bercerita ke siapa-siapa sehingga membuat aku jadi orang yang tetutup. Satu hal yg membuatku bersyukur ternyata itu membuatku hanya punya satu tempat curhat yaitu kepada Tuhanku, Allah SWT.  Aku yang pemalu ini memberanikan diri menulis hal yang aku merasa tabu. Bagiku ini seperti menantang diri untuk berani, semoga cukup layak memenuhi kriteria Tantangan MGN bulan September 2023 tentang  Pengalaman Menghadapi Tantangan Terbesar dalam Hidup Julukan masa kecil Namanya anak kecil, hal biasa kalau lucu lalu mendapat sebutan-sebutan yang juga bikin gemas. Aku juga ada. Disingkat 3E alias “ Esek, Elek, Endek ”. Kalau disebut begitu semua orang akan tertawa ya termasuk aku. Tiga kata dari bahasa Jawa itu bermakna pesek (hidung yang tidak mancung), e...

Kota Beriman dalam Ingatan dan Harapan

Image
        Aku kelahiran Samarinda. Tapi hanya sampai 4 atau 5 tahun besar disana. Selanjutnya usia TK pindah ke Berau karena Bapak pindah tugas kesana. Hanya 4 atau 5 tahun juga. Setelah itu dipindahkan ke Samarinda lagi sampai kelas 1 SMP. Lalu pindah lagi ke Balikpapan sampai lulus SMA. Kebayang ya sekolah berpindah-pindah tapi masih disitu-situ aja, masih di Kalimantan Timur juga.          Gak seru ah! Ingin deh keluar pulau Kalimantan. Disini tuh gak terlalu asik untuk liburan. Tempat wisata terbatas kalaupun ada kurang lengkap dan kurang terawat. Moda transportasi juga tidak ada yang istimewa. Kalau mau dibandingkan dengan di Jawa yang hiburan, wahana, liburan, transportasi lebih seru, bergam dan terjangkau. Itu dari sudut pandang aku dulu sebagai penduduk lokal yang minim petualangan. Efek lihat TV juga kayaknya ya, sering diberitakan kondisi Jawa kan ya apalagi Jakarta. Padatnya jalan menuju puncak –bukan theme song acara audi...