Setelah Belasan Tahun

2007 Alhamdulillah aku dinyatakan diterima sebagai mahasiswa ITB. Sejak itulah aku resmi jadi anak rantau. Oh, sebenarnya aku sudah lulus SMA setahun sebelumnya, hanya karena belum tahu tujuan kuliah apa dan dimana jadilah saya ikut saja dengan kakak yang sedang kuliah di Semarang, Jawa Tengah. Maksudnya untuk memberi suasana perjuangan anak kuliahan, soalnya kalau saya di kampung halaman doang terancam santai karena nyaris tidak ada hawa-hawa kompetisi. Apalagi saya model anak rumahan, kalau tidak ada agenda kegiatan maka saya di rumah saja. Tahun-tahun pertama di ITB adalah masa-masa TPB yang berat. Bukan kuliahnya saja. Penyesuaian dengan lingkungan baru, menu makanan yang beda selera, perkuliahan, perbedaan bahasa dan yang paling berat adalah rindu. Ya, berpisah dengan bapak ibu. Homesick membuatku betul betul sick . Sampai-sampai bapak pernah bilang dalam satu waktu ketika mengunjungiku ke Bandung. Inti perkataan beliau, "kalau ndak kuat mau pulang aja kah?" Oh NO, su...